Sejenak Bersama Gadis Kretek by Ratih Kumala

“Sungguh, ia bujangan (bajingan) beruntung”. – Page 239

Kalimat yang tegas dan tajam untuk menggambarkan sosok Soeraja yang menjadi awal mula perjalanan Tegar, Karim dan Lebas menyusuri masa lalu *romonya itu. Tiga orang pria yang ditakdirkan menjadi anak dari Soeraja.

Bermula dari Soeraja yang kerap kali menyebut-nyebut nama Jeng Yah disaat – saat kritisnya. Nama keramat yang tidak boleh disebutkan sedikitpun didepan Ibu Tegar, Karim dan Lebas. Siapa itu Jeng Yah? Sosok seperti apa Jeng Yah bahkan sampai Ibunya mengamuk mendengar nama itu. Lebas yang dititipi pesan oleh romonya untuk menemukan Jeng Yah pun semakin membuat hatinya penasaran dan tidak tenang. Seperti wangsit, Lebas bertekad untuk menemukan Jeng Yah sebelum romo menghembuskan nafas terakhirnya.

Perjalanan mereka yang diawali dari kota Kudus mengerucut hingga ke Kota M, kota kecil perbatasan antara Jogjakarta dan Magelang. Yang menjadi saksi berdirinya rokok kretek Djagad Raya, sumber kekayaan tujuh turunan keluarga mereka. Kota tempat berdirinya Kretek Gadis, yang mempertemukan Jeng Yah dengan Soeraja. Ya, kota ini pula yang menjadi saksi rokok kretek Arit Merah yang diproduksi Soeraja diberangus karena melambangkan Partai Komunis dan keterlibatannya dengan partai itu. Dan saksi bisu kandasnya cinta Jeng Yah karena Soeraja meninggalkannya dan menikah dengan wanita lain.

"Aku membuka Kretek Djagad Raja, menawarinya sebatang. Aku tahu betul merokok bisa sedikit menenangkannya." - Gadis Kretek
“Aku membuka Kretek Djagad Raja, menawarinya sebatang. Aku tahu betul merokok bisa sedikit menenangkannya.” – Gadis Kretek

“Aku sempat bertanya, apa yang akan Yu Yah lakukan soal pernikahan itu? Dia bilang, dia tak ingin melakukan apa pun. Dia hanya ingin Mas Soeraja selamat, dan lebih dari itu dia ingin Mas Soeraja bahagia. Yu Yah lalu berusaha tersenyum di tengah tangisnya”. Rukayah, 260.

Baik Tegar, Karim dan Lebas tak menyangka masa lalu romo mereka begitu kelam. Seperti kepingan – kepingan yang coba dikumpulkan kembali namun sudah terlalu lama terurai dan teronggok, sulit disatukan, sia-sia. Wajar romo tidak bisa melupakan sosok Jeng Yah bahkan di saat-saat terakhirnya sampai sakaratul maut menjemput. Mungkin Jeng Yah masih belum memaafkannya, atau mungkin romo menyimpan penyesalan dan rasa bersalah itu seumur hidupnya? Bisa disimpulkan rasa bersalah yang tidak dapat diungkapkan Soeraja adalah hukuman seumur hidupnya.

*Romo adalah bapak dalam istilah jawa

Yogyakarta, Destinasi Wisata Yang Tidak Ada Matinya

Sebenarnya perjalanan ke Yogyakarta ini sudah lama namun baru bisa saya share sekarang berhubung moodnya sedang enak buat nulis . Sebelum covid melanda dunia persilatan ini, kita sih bebas ya kemana saja tanpa harus mengikuti protokol kesehatan yang sangat berbeda dengan kondisi sekarang.  Mungkin karena kangen dengan suasana itu, isenglah saya ngulik-ngulik album lama. Dan Yogyakarta adalah tempat yang paling berkesan dan ngangenin. Ya terang saja ada begitu banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi, penduduk asli yang ramah, wisata kuliner yang enak ditambah biaya liburan ke Yogyakarta tidak membuat kantong jebol. Ada banyak lagi sih alasan kenapa Yogyakarta highly recommended buat kamu yang mau liburan (setelah covid-19 berlalu pastinya )

Jadi ceritanya selama 4 hari 3 malam kami menghabiskan waktu di Yogyakarta, dimana momen pergantian tahun dari 2016 ke 2017 kami habiskan di Jalan Malioboro. Meskipun kembang api yang biasa kita jumpai dimomen pergantian tahun tidak semeriah di Jakarta namun suasananya tidak kalah menyenangkan. Karena ada banyak jajanan disepanjang jalan, cocok buat kamu yang doyan makan

Berikut ini beberapa tempat yang kami kunjungi selama 4 hari berada di Yogyakarta. Siapa tahu bisa menjadi bocoran buat kamu yang berencana liburan, yah meskipun saat ini sudah banyak destinasi baru bermunculan. Namun siapa sih yang tidak mengunjungi tempat ini kalau sedang ke Yogyakarta?

Keraton Yogyakarta

Selain menjadi istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, terdapat museum di Keraton Yogyakarta yang dibuka untuk umum. Diantaranya Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, dan Museum Batik.

Keraton yogyakarta
Keraton yogyakarta

Tidak jauh dari komplek Keraton Yogyakarta, kami singgah ke Alun-alun Selatan yang terkenal dengan beringin kembarnya. Konon katanya siapa saja yang berhasil berjalan diantara dua beringin dengan mata tertutup maka keinginannya akan terkabul.

Beringin Kembar di Alun-alun Kidul

Taman Sari

Merupakan Landmark Kota Yogyakarta yang beralamat di Jalan Tamanan, Patehan Keraton, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dulu Taman Sari ini adalah sebuah taman Istana Keraton yang didirikan di atas sebuah mata air yang sepertinya selain sebagai tempat rekreasi, juga sebagai pertahanan dan relligi. Untuk detilnya kamu bisa lihat disini.

Taman Sari

Candi Borobudur

Dulu ingat banget di buku Atlas Dunia (jaman saya duduk di Sekolah Dasar) Candi Borobudur masuk dalam 7 keajaiban dunia. Buat kamu yang generasi 90an pasti tau deh di halaman belakang buku Atlas Dunia selalu ada gambar Candi Borobudur, disusul dengan aneka hewan khas Indonesia dan Bendera-bendera Negara. Buat seorang anak daerah seperti saya, senang sekali rasanya bisa berkunjung ke tempat – tempat yang dulu hanya bisa dilihat di buku – buku pelajaran sekolah .  Oh ya, di komplek Candi Borobudur ini ada Museum Gusbi (Galeri Unik dan Seni Borobudur Indonesia) yang didalamnya banyak hal -hal unik seperti Jas terbesar di Indonesia, lukisan, wayang dan barang – barang berukuran mini.

Candi Borobudur

Bersama Mas Islahudin orang terpendek di Indonesia

Gereja Ayam (Rumah Doa Bukit Rhema)

Nah, kalau Gereja Ayam ini memang sedang hits – hitsnya kemarin karena menjadi salah satu spot adegan AADC 2 dimana Rangga dan Cinta tengah menikmati view hutan dari atas Gereja.  Lokasinya memang berada di perbukitan dan di tengah hutan, tidak jauh dari Candi Borobudur. Hanya diperlukan tenaga ekstra untuk sampai ke Gereja Ayam karena harus berjalan kaki dengan medan tanjakan.

View dari atas Gereja Ayam

Lava Tour Jeep Merapi

Berhubung dipandu oleh Pak Arif (beliau menyediakan jasa sewa mobil dan bisa sekaligus driver juga) kami diajak untuk ikut Tour ini. Dan memang tidak mengecewakan.  Selain perjalanan dengan jeep yang menantang, kamu juga bisa melihat Museum Sisa Hartaku, Batu Alien, Bunker Kaliadem dan Tebing Gendol. Untuk harga terupdate kamu bisa coba googling biaya sewa per jeep yang dibagi dalam beberapa paket.

Lava Tour Jeep

Sangat penting memperhitungkan kondisi cuaca sebelum ikut Merapi Lava Tour

Tebing Gendol (dengan view bekas aliran lava Merapi) 

Berada di Museum Sisa Hartaku

Bunker Kaliadem

Batu Alien

Goa Pindul

Hari ketiga dari perjalanan kami putuskan ke Goa Pindul, destinasi yang juga cukup menantang. Disini kamu harus siap sedia berbasah-basahan dengan menyusuri sungai bawah tanah. Dengan menggunakan ban dalam (tubing) kami menyusuri sungai sebelum akhirnya memasuki Goa yang memiliki stalakmit dan stalaktit yang eksotis. Di dalam goa kamu juga dapat melihat batu berbentuk lonjong menjulang ke atas yang konon dapat menambah keperkasaan para pria. Dan buat para perempuan yang terkena tetesan air dari langit-langit goa akan menjadi cantik jelita.

Menyusuri Sungai

Goa Pindul

Memasuki Goa

Stalaktit dan Stalakmit Goa Pindul

Rahasia Keperkasaan

Pantai Sadranan

Puas bermain air di Goa Pindul, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Sadranan. Siapa sangka tidak jauh dari tepi pantai kamu bisa snorkeling ditemani banyak ikan warna – warni.

Snorkeling di Pantai Sadranan

Pantai Sadranan

Pantai Parang Tritis

Terakhir sebagai penutup yaitu menikmati Sunset di Pantai Parang Tritis. Hanya sangat disayangkan karena kami justru melewatkan momen sunsetnya. 

Pantai Parang Tritis

Kesimpulannya Yogyakarta memang tidak ada matinya. Ada banyak lagi destinasi wisata yang belum sempat kami kunjungi karena keterbatasan waktu. Semoga dilain waktu bisa berkunjung lagi kesini. Oh ya, bagi kamu yang sedang mencari Paket Travelling Yogyakarta, kamu bisa kontak langsung dengan Pak Arif di 081226840747 (WA & Phone). Pak Arif menyewakan mobil tapi kalau kamu juga butuh driver Pak Arif juga bersedia dengan harga yang berbeda tentunya. Semoga perjalananmu menyenangkan

Cheers!

Alat Pelindung Hati

Sudah 6 bulan saja saya Work From Home (WFH) sejak Pandemic Virus Corona atau Covid -19 mulai masuk ke Indonesia. Siapa sangka dunia bisa jungkir balik seperti saat ini akibat Virus Corona. Berita Bangkrutnya perusahaan – perusahaan raksasa sudah tidak asing ditelinga, Pekerja kena PHK dan resesi di depan mata. Ditambah lagi baru – baru ini disahkannya Undang-undang Cipta Kerja menambah warna – warni suasana kelam ditengah pandemic (tapi apalah yang kutahu soal ini, baca draft nya saja belum pernah ).

Sebagai seorang karyawati swasta sudah pasti ada kekhawatiran tersendiri dalam menyikapi situasi saat ini. Dengar – dengar lagi di perusahaan seberang sudah ada pemotongan gaji atau bahkan jam kerja dikurangi yang bertujuan untuk efisiensi. Dalam benak saya, bagaimana jika saya sampai berada di posisi itu

Belum lagi kebosanan melanda disaat WFH. Kadang ya disaat load kerja sedikit sampai berasa mati gaya. Untuk mengusir kebosanan biasanya saya nonton K-drama (absolutely!), jalan – jalan dengan Molly disela-sela waktu (yes, saya jadi Inang sambung doggy kepunyaan adek kos) dan bersih-bersih (apa aja saya bersihin!). Anehnya tumpukan novel saya tidak pernah terjamah sekalipun, mudah – mudahan besok bisa terjamah

Molly
Sahabat WFHku

But anyway, stop complaining. Kondisi saat ini memang berat tapi khawatir berlebih juga tidak ada gunanya. Bukankah hidup harus dapat mensyukuri segala berkat yang diterima hari ini? Sepahit – pahitnya pun, Ok… at least saya masih hidup, sehat dan berkecukupan. Karena besok adalah masalah besok, yang memiliki kesusahannya sendiri. Amen!

Jadi jika bersyukur terlalu sulit dilakukan saat ini, coba deh tuliskan di selembar kertas atau jurnal pribadi kamu mengenai permasalahanmu saat ini. Dan jangan lupa juga untuk menuliskan berkat yang sudah kamu terima. I mean berkat tidak dinilai dari materi saja bukan?  Bahkan bernafas saja sudah menjadi berkat bukan? 

Menurut peneliti sih usut punya usut, manfaat menulis jurnal harian sangat membantu dalam mengendalikan pikiran, mengatur emosi, dan mengajarkan cara mengungkapkan perasaan. Salah satunya menurut  seorang psikolog sosial Amerika  James W. Pennebaker.

Jadi jika kejenuhan itu sudah diubun-ubun atau gelisah hatimu karena cemas akan hari esok, cobalah tarik nafas sejenak lalu hembuskan… (jangan lama – lama ditahan nafasnya ). Lalu berterimakasihlah untuk hari ini karena kamu masih hidup -^^-

 

Cheers!