Diposkan pada Story

untitled

Orang yang belum mengenalnya akan beranggapan dia aneh, sakit atau asing. Dengan rambutnya yang urakan dan nyaris gimbal, dia terlihat menikmati hari – harinya ditemani gitar dan alunan yang mampu membuatmu takjub. Amat sangat disayangkan dia sakit, mungkin itu hal yang terlintas dibenak mereka yang sedang berseliweran dihadapannya. Tiap pagi menikmati tegukan tuak sambil mengalunkan nada – nada dari senar gitar seakan tiada beban.

Sepenuh waktunya dia habiskan untuk bernyanyi. Semua lagu dia tahu. Bahkan kau bisa memintanya tuk menyanyikan lagu kesukaanmu, dengan senyum nyinyirnya dia hanya akan memintamu uang seribuan. Saya rasa untuk hiburan seberkelas itu tidak akan rugi untuk mengeluarkan uang dari sakumu.

Setelah puas dengan minuman dan nyanyiannya, sesuatu yang takkan bisa dipisahkan darinya, dia akan berjalan sekedar untuk mencari suasana Imagebaru. Terkadang dia tertawa, entah apa yang dia tertawakan tapi dia terus tertawa tanpa mempedulikan tatapan benci atau marah dari orang yang melihatnya. Menertawakan mereka yang sibuk dengan pekerjaanya, wajah – wajah yang selalu menggerutu dan nyaris tidak adA senyuman disana.

Senyumnya akan selalu merekah kepada siapa pun… dia akan tersenyum kepada setiap orang yang dia lihat. Hai bodoh… apakah harimu baik sebaik hariku?? Mungkin itu yang ingin dia katakan diiiringi dengan seringaian yang panjang. Dan dia akan tertawa saat orang itu hanya menganggapnya selintas lalu atau bahkan berlari ketakutan jika kebetulan dia orang pendatang disana.

Setelah berjalan beberapa saat dan mendapatkan uang entah darimana saja dia akan kembali meminum beberapa gelas tuak dan bernyanyi, kali ini dia menyanyikan glory of love. Bahkan kemampuannya bisa disejajarkan dengan Peter Zetera jika dia tidak tertawa terlalu banyak.

Jika hari mulai gelap, dia akan berhenti bernyanyi dan kembali ke rumahnya. Bahkan orang seperti dia pun masih ingat untuk pulang. Keesokan paginya juga akan selalu demikian. Bangun pagi dan meminum beberapa gelas tuak dan memainkan gitar, seakan gitar itu sudah menjadi milik pribadinya. Habis dengan satu lagu dia akan melanjutkan lagi dengan lagu yang beritme berbeda dengan yang sebelumnya. Hebatnya lagi dia bahkan bisa membuat irama yang sebenarnya dengan versinya sendiri.

Bahkan seseorang seperti dia masih bisa memberikan warna bagi hidup ini

Seperti pagi ini, disaat cuaca sangat mendung dan dingin yang begitu menusuk sampai ketulang – tulangmu dia melantunkan lagu beritme girang. Wajahnya menunjukkan kegirangan dirinya yang tersenyum dan bahkan diselingi suara tawanya yang sumbang, tidak seindah suaranya kala menyanyi. Dia tidak merasakan dingin yang tampak dari bajunya tanpa lengan. Menunjukkan otot – otot besarnya menyisakan kegagahan di masa muda.

Setangguk tuak dia minum, terdiam, bingung memikirkan lagu selanjutnya dia mulai mengoceh kemudian menggaruk – garuk rambut kusutnya. Mungkin sudah hitungan minggu rambutnya tak pernah terjamah oleh air. Seakan mendapat ide, dia menarik nada menyanyikan lagu Sway. Mungkin dia sedang membayangkan dirinya duduk disebuah pantai berpasir putih bersih ditemani semilir angin yang sejuk.

 Dulu diawal – awal  kedatangannya ke kota ini, dia sering menceritakan dirinya, dari ceritanya dulu dia bekerja di Bali sebagai penyanyi cafee. Di bali dia meninggalkan keluarganya dengan dua putra dan satu istri, entah bagaimana nasib keluarganya skarang tidak ada yang tahu. Saat ini dia tinggal di rumah orangtuanya berbagi rumah dengan saudaranya yang lain. Tanpa pekerjaan, keluarga dan  juga harta yang ada padanya namun, dia masih bisa tertawa dan menikmati harinya dengan lagu. Umurnya yang mulai senja tidaklah menghalangi keinginannya untuk terus minum dan bernyanyi.

Sungguh hidupnya begitu sederhana, tanpa ada beban dan tidak peduli dengan orang yang ada disekelilingnya. Hidupnya benar – benar begitu menyenangkan baginya. Di saat malam kembali tiba hanya kesenyapan yang ada di sebuah kedai minum kecil itu. Sepi tanpa adanya alunan gitar dari dia. Bahkan seorang seperti dia masih bisa memberikan warna bagi hidup ini.